Dibohongi pasangan memang merupakan pengalaman yang paling menyebalkan. Apalagi bila kebohongan itu berkaitan dengan hubungan si dia dengan perempuan lain, keluarga, pekerjaan, keuangan, atau bahkan narkoba.

Di luar kebohongan-kebohongan yang tak bisa ditoleransi lagi seperti itu, pria juga sering melakukan kebohongan kecil lain saat bersama Anda. Kebohongan ini biasanya mereka lakukan untuk menutupi rasa bersalah, dan kekhawatiran akan menerima amarah pasangannya. Anda ingin tahu kebohongan apa saja yang mereka ucapkan untuk menghindari kemarahan Anda?

1. "Kamu enggak keliatan gendut kok, pakai baju itu"
Mereka akan menjawab seperti itu saat Anda memintanya untuk mengomentari baju Anda. Jawaban ini diucapkan untuk meningkatkan rasa percaya diri Anda, sekaligus agar Anda tidak terus mencecarnya dengan berbagai pertanyaan.

Ladies, Anda sudah tahu kan, apapun jawabannya akan membuat Anda merajuk atau berujung pada pertengkaran. ''Daripada menyulut pertengkaran, lebih baik ajak dia untuk ikut menentukan baju yang mana yang lebih pas untuk Anda,'' saran Doug Hirschhorn, pengarang buku 8 Ways to Great: Peak Performance on the Job and in Your Life.

2. "Ya sayang, aku sudah beres-beres"
Tetapi di mata Anda, semua yang Anda perintahkan tidak ia jalankan. Misalnya, ia tidak meletakkan piring-piring dengan benar. Handuk masih menggantung di kamar mandi, atau, sarung bantal yang dipasangnya bukan pasangan seprainya yang asli. Dasar laki-laki!

Untuk menghindari kekesalan akibat perbuatannya ini, saat Anda memintanya untuk membersihkan rumah, pastikan Anda memberikan instruksi yang tepat dan rinci. Misalnya, mintalah menaruh handuk kotor di dalam mesin cuci. Atau, sebelum memasukkan piring-piring bersih ke dalam lemari, keringkan dulu dengan serbet.

3. "Kamera ini lagi sale setengah harga, lho"
Ia berbohong karena sudah tahu Anda pasti tidak akan memberikan ijin jika ia memberitahu ingin membeli kamera yang amat mahal itu. Namun ketika ia sudah membelinya, jangan buru-buru memberikan ceramah panjang lebar. Bersabar dan katakan padanya bahwa Anda harus memotong beberapa budget untuk menutupi kekurangan uang yang sudah ia gunakan untuk berbelanja kamera.

4. "Enggak, masalah apa? Semua baik-baik aja, kok"
Meskipun mereka sedang menghadapi masalah, mereka akan mengatakan bahwa semua baik-baik saja. Alasan sebenarnya, mereka lebih suka memecahkan masalah mereka sendiri. Yang harus Anda lakukan saat seperti ini adalah memberikan perhatian, bukan solusi. Tanyakan apakah ada yang menganggu pikirannya? Maka pasangan Anda akan membagi cerita pada Anda. Tetapi, tidak usah mencarikannya solusi.

5. "Aku suka semua temanmu"
Teman-teman dekat Anda mungkin selalu membuat ia jadi gugup dan tidak percaya diri. Atau sebaliknya, ia tidak terlalu peduli dengan mereka. Namun, ia akan menghindari penolakan secara halus agar Anda tidak menganggap kalau dia membenci teman-teman Anda. Trik untuk memancing komentarnya yang jujur adalah dengan tidak bertanya apakah dia menyukai teman-teman Anda secara umum. Tanyakan pendapatnya tentang masing-masing teman Anda. Maka ia akan memberikan jawaban dan opini tentang masing-masing teman Anda.

6. "Aku mau ke supermarket"
Padahal, kulkas Anda penuh dan Anda baru saja belanja bulanan beberapa hari lalu. Sebenarnya si dia ingin punya waktu menyendiri, namun takut mengakuinya dan membuat Anda marah. Biarkan ia memiliki waktu untuk dirinya sejenak. Setelah ia pulang, baru Anda berbagi cerita padanya.

7. "Ibuku suka makan malamnya"
Ia ingin Anda dan keluarganya tetap akrab. Untuk itu ia menutupi ketidaksukaan orangtuanya dengan masakan Anda. Saran untuk Anda: jelaskan padanya agar lebih baik berterus terang. Anda tidak akan tersinggung, karena cara itu akan membuat Anda nantinya akan menjamu orangtua Anda dengan lebih baik lagi.

8. "Aku enggak jalan bareng mereka kok tadi malam"
Ia tahu beberapa temannya membawa pengaruh yang buruk, dan Anda tidak menyukai mereka. Namun ia juga tidak ingin membuat Anda kecewa dan mengira ia mementingkan teman-temannya. Jalan keluarnya?

Katakan padanya, meskipun ia berteman dengan orang-orang yang membawa pengaruh buruk, bukan berarti Anda menganggap kalau ia akan melakukan hal yang sama seperti temannya. Katakan bahwa Anda percaya padanya.


Ingin tahu, apakah hubungan Anda dan pasangan termasuk harmonis? Menurut penelitian, pasangan yang biasa membahasakan diri "kita" atau "kami", dan bukannya “aku” dan “kamu”, adalah pasangan yang lebih bahagia, bahkan lebih sehat.

Kata ganti inklusif, seperti “kita” atau “kami” terbukti menunjukkan kepuasan dalam pernikahan, bahkan pada pasangan muda. Journal Psychology and Aging edisi September juga menyebutkan hal ini berlaku untuk pasangan yang lebih mapan ketika konflik mulai berkembang. Penggunaan kata ganti tersebut juga menunjukkan denyut jantung yang lebih rileks dan tekanan darah yang normal pada pasangan.

“Kami mendapati lebih banyak bahasa “kita” pada pasangan yang lebih tua dan pasangan yang lebih bahagia,” tegas Robert Levenson, peneliti senior pada penelitian yang diadakan University of California di Berkeley itu, pada Associated Press. "Hal itu bukan sesuatu yang mereka pikirkan secara sadar, dan mungkin tidak mengetahuinya. Itu hanya sepotong perilaku yang dapat kami hitung."

Yang menarik, menggunakan kata "kita" itu juga baik untuk kesehatan. Enggak percaya? Untuk membuktikannya, tim Levenson mengumpulkan 154 pasangan usia paruh baya dalam penelitiannya. Mereka melakukan diskusi selama 15 menit dimana mereka saling tidak sepakat. Sementara itu, denyut jantung dan tekanan darah mereka dimonitor di laboratorium Levenson.

Hasilnya, pasangan yang berdebat namun masih menggunakan kata ganti tersebut umumnya memiliki denyut jantung dan tekanan darah yang lebih rendah. Sebaliknya, mereka yang lebih banyak menggunakan "aku" kerap terlihat memasang ekspresi wajah, nada suara, postur tubuh, dan gerak-gerik yang negatif.

Anda yang terbiasa membahasakan diri dengan "aku", tak perlu kecewa. Para pakar hubungan ini percaya, hanya dengan mengubah kebiasaan tersebut dengan kata "kita" atau "kami", hubungan Anda dengan pasangan pun akan terpengaruh ke arah yang positif.

"Hal itu seperti, tidak ada 'aku' dalam tim. Ada banyak petunjuk kok, mengenai hal ini," kilah Levenson. "Ini mungkin menjadi satu cara untuk menguatkan partnership dalam hubungan itu."

Anda penasaran dengan hasil penelitian ini? Tak ada salahnya mencoba, kan? Atau, Anda ingin sharing dengan pengalaman Anda sendiri?


Belakangan ini Anda merasa sulit untuk membangkitkan mood bercinta yang biasanya membara? Coba tambahkan menu-menu makanan ini dalam daftar makanan Anda untuk meningkatkan libido.

Apel
Sebutir apel per hari bisa mengusir napas yang berbau tidak sedap. Karenanya si dia akan lebih berani berada dekat dengan Anda.

Asparagus
Sayuran yang satu ini kaya akan vitamin E, nutrisi penting untuk membangun hormon.

Pisang
Buah ini kaya akan bromelain, yakni enzim yang diperkirakan mampu mendorong libido pria. Tak suka rasa pisang? Nanas bisa menjadi alternatif pilihan yang lain.

Seledri
Sayuran jenis ini kaya akan androsterone, sebuah hormon yang dilepaskan pada keringat pria, yang membuat seorang wanita merasa turn on.

Bawang putih
Ketika Anda sudah makan apel untuk mengurangi napas berbau tidak sedap, bawang putih bisa membuat napas Anda menjadi kebalikannya. Tapi, tumbuhan yang satu ini bisa meningkatkan aliran darah ke organ seksual, sehingga membuat Anda (dan dia) lebih bergairah.

Oyster (Tiram)
Makanan yang satu ini memang sudah terkenal menjadi pembangkit gairah seksual. Konon Cassanova, si pencinta ulung akan membuat wanitanya bergairah dengan makanan ini.

Namun perlu diingat, bahwa seksualitas adalah sebuah proses kompleks yang bisa terpengaruh oleh banyak faktor. Namun, memiliki gairah seksual yang rendah bukanlah sebuah masalah besar jika tak ada latar belakang seksual di baliknya dan Anda sudah merasa cukup puas dengan tingkat aktivitas seksual Anda.

Category: | 0 Comments

Spontanitas dalam hubungan berpasangan bisa menjadi cara jitu untuk mencairkan suasana. Tak perlu menunggu atau meminta pasangan memulainya, segera saja ciptakan suasana romantis.

Cara ini manjur bagi Ratih Ibrahim, psikolog, yang sudah merajut kebersamaan dalam pernikahan selama 20 tahun lamanya.

Menurut Ratih, hubungan berpasangan harus memenuhi sejumlah syarat, seperti sayang, trust, respect, dan grow atau tumbuh bersama. Sayang menjadi bagian dari cinta, di dalamnya ada peduli dan kasih sayang. Sikap saling percaya juga perwujudan cinta, yang menumbuhkan penghargaan atas diri dan pasangan. Jika sudah begitu, cinta akan bertumbuh. Begitu pun pasangan, baik secara individu maupun sebagai suami-istri, demikian paparan Ratih dalam talkshow di rangkaian acara Toblerone bertema "Lovelicious" di Kampus Universitas Trisakti, Grogol, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Nah, jika semua syarat sudah ada dalam hubungan Anda, saatnya melakukan spontanitas kecil, tapi bermakna untuk pasangan. Perilaku spontan untuk pasangan di mana Anda enjoy menjalaninya menjadi cara membangun hubungan. Spontan namun harus ikhlas, artinya siapa pun harus memulai perilaku sederhana untuk membangun hubungan, tanpa paksaan atau tuntutan.

Ratih mencontohkan, cari saja waktu berduaan untuk makan malam di warung pinggir jalan di dekat rumah Anda. Anda tak perlu pesan tempat di restoran mahal, atau memusingkan baju apa yang harus dipakai. Lalu gandeng suami saat menuju tempat makan, layaknya masa pacaran saat belia dulu. Atau pastikan anak-anak sudah tidur, lalu ciptakan suasana romantis di ruang keluarga. Pasang DVD film kesukaan Anda berdua, dan nikmati suasananya tanpa harus pergi ke bioskop.

"Cara seperti ini membuat hubungan dengan pasangan lebih playfull, dan Anda berdua menikmatinya," papar Ratih. Hanya saja, kuncinya, jangan cemberut jika harus Anda melulu yang memulai, dan pasangan cenderung tidak mempunyai inisiatif untuk memulainya.

Meminta kepada pasangan tentang keinginan Anda sebenarnya sangat dianjurkan. Bukankah pasangan akan saling bertumbuh dengan saling belajar mengerti kebutuhan masing-masing?

Category: | 0 Comments


Tak sedikit orang yang begitu sulit mengekspresikan perasaannya. Termasuk kepada pasangan. Meskipun sudah bersama sekian tahun, tapi mereka begitu sulit mengungkapkan cinta.

Kompas Female pernah menuliskan ada perbedaan mendasar antara jatuh cinta dan mencintai seseorang. Jatuh cinta sifatnya hanya sesaat. Sedangkan mencintai adalah tahap lebih lanjut, setelah kita betul-betul mengenalnya, dan menerima segala kelebihan dan kekurangannya.

Kapan pun Anda mengalami jatuh cinta dan mencintai, pastinya cinta bertumbuh melalui proses. Selama berproses tak ada salahnya Anda melatih kemampuan mengungkapkan cinta sebagai bentuk perhatian kepada pasangan.

Jangan buat pasangan Anda lama menunggu, karena menurut Ratih Ibrahim, psikolog dari Personal Growth, setiap pasangan harus belajar take and give. Jangan sampai Anda berperan sebagai taker terus-menerus, dan tak pernah sekalipun menjadi giver.

Coba saja katakan kata-kata berikut, dan jadikan diri Anda sebagai seorang pemberi kasih sayang dan tak sekadar menerima:

Aku minta maaf
Mengucap maaf bukan perkara mudah, apalagi ketika ego mendominasi diri. Segera katakan maaf setelah adu argumen yang melelahkan. Ini pertanda Anda bertanggungjawab atas terjadinya suasana yang tidak menyenangkan. Sekaligus juga menjadi bukti bahwa Anda mau berbuat sesuatu yang bisa membuat pasangan merasa lebih baik. Dengan cara ini, Anda sedang bertumbuh menjadi seseorang yang punya rasa kasih sayang kepada pasangan.

Aku membutuhkanmu
Hubungan yang berumur panjang dan berjalan harmonis hanya akan terwujud dengan percikan kecil yang manis setiap harinya. Begitupun sebaliknya, hubungan menjadi buruk hanya dengan umpatan kecil yang berulang setiap hari. Pastikan pasangan tahu bahwa dia begitu berarti untuk Anda dengan mengatakan "Aku membutuhkan kamu". Ini sebagai pengingat, bahwa meski hubungan mulai beranjak matang dan tak lagi berbinar-binar seperti masa pacaran, dia tahu bahwa Anda tak bisa hidup tanpanya.

Penampilanmu istimewa
Siapapun butuh orang lain untuk membangun kepercayaan diri. Pastikan pasangan Anda tahu bahwa Anda masih tertarik dengan caranya berpenampilan. Apalagi ketika pasangan sengaja tampil gaya dengan busana terbaiknya untuk Anda. Tunjukkan Anda menghargai usahanya dengan katakan langsung pujian Anda kepadanya.

Kamu benar
Ketika berargumen, debat atau berdiskusi, Anda seringkali terjebak dengan selalu menganggap opini Anda lah yang paling penting. Tunjukkan kedewasaan Anda dengan menerima kekalahan dan katakan langsung, "Kamu benar". Ini cara yang paling mudah dan ringkas untuk mengakhiri perdebatan, sekaligus membuat dia menjadi tak lagi bisa berkata-kata.

Aku merindukanmu
Pekerjaan atau aktivitas lain di rumah maupun di pergaulan bisa membuat Anda terpisah dari pasangan. Ikatan emosional bisa terkikis perlahan. Dengan mengatakan langsung bahwa Anda merindukannya, saat kesibukan menguras waktu, menunjukkan Anda tetap dekat dengannya. Bahkan hanya dengan mengirim SMS, perhatian Anda bernilai luar biasa.

Ayo, cerita, aku mau dengar
Pasangan Anda bisa saja mengalami hari yang buruk. Tunjukkan dengan sikap dan ucapan Anda bahwa Anda siap mendengarkan ceritanya. Posisikan diri Anda sebagai pasangan yang dengan perhatian mendengarkan kemarahan, harapan, dan kekhawatirannya. Kemampuan mendengar adalah hal yang paling diinginkan pasangan. Berikan juga respons simpatik dan ajukan juga pertanyaan. Sikap ini menunjukkan bahwa Anda mencintainya dan selalu ada untuknya.

Hey, kamu adalah sahabat terbaikku
Jika masih saja sulit mengungkapkan perasaan, tunjukkan kepada pasangan, katakan bahwa Anda adalah teman terbaiknya, tempat curhatnya, teman untuk senang-senang, atau apapun yang siap menemani Anda. Katakan semuanya, tak cukup hanya dengan menunjukkannya.

Terima kasih
Meski sudah lama berpasangan tak berarti si dia tak butuh ucapan terima kasih. Tunjukkan dan katakan apresiasi Anda terhadap usahanya.

Apa yang bisa aku bantu
Usahakan Anda sering bertanya apa yang Anda bisa lakukan untuk membantunya. Terutama saat pasangan terlihat sibuk dengan pekerjaannya, tanpa diminta Anda punya kesadaran untuk bertanya. Ini menunjukkan perhatian Anda. Pijatan ketika pasangan terlihat lelah setelah bekerja seharian sangat membantu. Jangan heran ketika Anda mendapatkan hal serupa darinya.

Aku mencintaimu
Katakan, meski bagi sebagian orang mengucapkan cinta tak bisa semudah itu dilakukan. Bisa jadi karena makna cinta terlalu besar untuk sekadar diumbar dalam ucapan sesaat. Namun mengatakan aku mencintaimu dengan sepenuh hati, dan bukan formalitas untuk menutup pembicaraan telepon misalnya, ini merupakan bentuk cinta dan apreasiasi atas cinta Anda kepada pasangan.

Tak akan mudah mengucapkan jika tak dibiasakan bukan? Ucapkan ungkapan cinta Anda sebagai bukti Anda adalah si pemberi dan bukan sekadar penerima.