"Pendidikan yang mendukung kreativitas anak sangatlah penting, sehingga kelak anak-anak tersebut bisa menjadi penerus bangsa yang akan membuat bangsa ini menjadi besar. Karena melalui kreativitas itulah anak-anak secara tidak langsung dididik menjadi pencipta dan penemu, bukan penjiplak dan peniru," ujar Dik Doank, artis pemilik Kandank Jurank Doank, saat peluncuran biskuit Oops Olezzo, di Hong Kong Cafe, (8/4/2010).
Menurut Dik Doank, ada banyak cara untuk bisa mendongkrak dan mendorong seseorang untuk bisa kreatif. Di antaranya; dengan brainstorming, menggunakan suasana relaks dan menyenangkan dalam menggali ide, dan menggunakan imajinasi (membayangkan apa yang belum terjadi, telah terjadi saat ini). Sementara tingkat daya kreativitas anak bisa terpicu lewat daya khayalnya. Dik Doank, pemilik Sekolah Alam Kandang Jurank Doank, telah melihat banyak hal tentang kreativitas. Di sekolahnya, ia ingin agar anak-anak lebih mau mengasah kreativitasnya. Mengapa? Menurutnya, melalui kreativitaslah anak bisa bertahan untuk hidup di kemudian hari.
"Salah satu hal yang terpenting untuk memulai kreativitas adalah dengan cara menggambar. Segala kreativitas dan hal baru, dimulai dengan gambar. Contohnya, Wright bersaudara, penemu pesawat terbang pertama, menggambar sketsa pesawat sebelum akhirnya meluncurkan pesawat perdananya. Begitu pun dengan penemuan huruf kanji oleh masyarakat China, yang struktur utamanya adalah gambar. Niscaya, gambar adalah hal yang penting untuk mengasah kreativitas anak," terang Dik Doank.
Sementara, sebuah situs pembelajaran menggambar, www.learnhowdraw.com mengatakan, bahwa kegiatan menggambar dan mewarnai adalah hal yang penting untuk anak. Pasalnya, kegiatan ini memerankan fungsi penting dalam pengembangan fisik, emosi, dan kognitif anak. Aktivitas menggambar dan mewarnai menjadi saran anak untuk mengekspresikan dirinya sendiri dengan gambar yang ia suka, asal jangan didiktekan gambar apa. Jika di zaman dulu, di sekolah, anak-anak terbiasa mencontoh dan meniru "template" dari gurunya, misal, gambar dua buah gunung, dengan matahari di bagian tengah.
Dik mengatakan, bahwa di usia 0-7 tahun, tugas seorang anak adalah bermain, bermain, dan bermain. Sehingga sudah merupakan tugas orangtua untuk memberikan sarana untuk anak bermain. Salah satunya, ketika si anak ingin mengekspresikan dirinya lewat gambar. "Ketika anak Anda sudah hobi menggambar, jangan diberhentikan. Jika Anda melihat si kecil menggambar di dinding, di baju, atau di seprai, dan Anda tidak bermasalah dengan hal tersebut, biarkan. Ini bukan berarti si kecil nakal. Artinya ia aktif. Tapi, jika Anda merasa terganggu dengan kebiasaan si anak, sebagai orang dewasa, Anda bisa melakukan kompromi, misal dengan membelikan kertas gambar untuk anak," saran Dik.
"Menggambar bisa mengasah kreativitas anak. Jika ia tak terbiasa dan tak melatih kemampuan untuk menggambar, ia akan menjadi sama dengan orang lain. Seragam, karena terbiasa meniru. Ajaklah anak untuk melatih dirinya menggambar," ujar Dik seraya menutup perjumpaan dengan pers.
"Menggambar bisa mengasah kreativitas anak. Jika ia tak terbiasa dan tak melatih kemampuan untuk menggambar, ia akan menjadi sama dengan orang lain. Seragam, karena terbiasa meniru. Ajaklah anak untuk melatih dirinya menggambar," ujar Dik Doank, pemilik Sekolah Alam Kandang Jurank Doank
Sebuah situs pembelajaran menggambar, www.learnhowdraw.com mengatakan, bahwa kegiatan menggambar dan mewarnai adalah hal yang penting untuk anak. Pasalnya, kegiatan ini melatih fungsi penting dalam pengembangan fisik, emosi, dan kognitif anak.
Aktivitas menggambar dan mewarnai menjadi saran anak untuk mengekspresikan dirinya sendiri dengan gambar yang ia suka, asal jangan didiktekan gambar apa. Jika di zaman dulu, di sekolah, anak-anak terbiasa mencontoh dan meniru "template" dari gurunya, misal, gambar dua buah gunung, dengan matahari di bagian tengah.
Karenanya, untuk membimbing anak menggambar perlu diperhatikan. Orangtua atau siapa pun yang sering bersama si anak bisa mengajaknya untuk lebih sering menggambar dan mewarnai sebagai cara untuk mendorong perkembangan fisik, sosial, emosi, dan kognitif anak, tapi dengan cara yang menyenangkan. Berikut adalah beberapa saran dari www.learnhowdraw.com untuk membimbing anak menggambar dan mewarnai:
1. Sediakan bahan-bahan untuk si kecil menggambar, seperti kertas atau buku gambar khusus, atau buku mewarnai. Untuk alat-alat pewarnaan, carilah yang nontoxic dan aman untuk anak-anak.
2. Jadilah teladan. Dalam hal ini, bukan berarti Anda memberikan contoh gambar (mendikte) apa yang harus ia ikuti, tapi dengan menjadi teladan. Artinya, tunjukkan pada si kecil bahwa Anda menyenangi dan menyukai kegiatan menggambar dan mewarnai.
3. Dukung upayanya untuk menggambar dan mewarnai lewat ungkap cantiknya warna-warna yang bisa ia gunakan, garis gambar, dan bentuk yang bisa dicoba dilakukan oleh si anak. "Misal, cantik, ya, warna ungu bunga Adik."
4. Ketimbang bertanya, "Kamu menggambar apa itu?", sebaiknya tanyakan, "Ceritakan ke Mama segala yang ada di gambar kamu itu, dong." Mengapa? Karena ketika Anda bertanya seperti pertanyaan yang pertama, si anak akan menangkapnya dengan pertanyaan "Itu gambar apa, sih? Mama enggak ngerti." Pertanyaan itu membuatnya merasa telah melakukan kesalahan dan tak tertutup kemungkinan ia akan malu untuk menggambar lagi karena ia merasa telah gagal menggambar.
5. Ajarkan konsep tentang teknik. Misal, tebal, tipis, lebar, sempit, gelap, terang, sudut, bentuk, kontur, dan sebagainya.
6. Jangan lupa untuk mengapresiasikan hasil karyanya. Misal, dengan menempelkan hasil gambarnya di pintu lemari pendingin, atau dibingkai dan dipajang di ruang yang bisa dilihat banyak orang. Tunjukkan pada sanak saudara, tetangga, atau relatif yang datang, sesekali pujilah karyanya tersebut. Hal ini akan mendorong kepercayaan diri si anak.
7. Berikan kesempatan untuk si kecil memilih subyek yang ingin ia gambar dan lembar mewarnai yang ia inginkan. Beberapa orang menganggap bahwa lembar mewarnai akan mengungkung kreativitas anak. Namun, kegiatan ini juga memainkan peran vital dalam mengembangkan kemampuan motorik halus anak. Bahkan kegiatan mewarnai pun bisa mendorong anak yang merasa sungkan untuk mulai menggambar dan mewarnai untuk mau mengambil krayon dan mulai mencoba mewarnai karakter kesukaannya. Misal, anak yang tadinya sungkan untuk mau mulai menggambar dan mewarnai akan lebih mudah untuk memulai kegiatan ini dengan diminta mewarnai tokoh kartun kesukaannya. Anda bisa mengunduh lembar-lembar mewarnai di situs-situs kartun kesukaannya. Jangan lupa untuk selalu menemani anak saat mereka menggambar dan mewarnai, karena anak yang masih terlalu kecil bisa tersedak jika ia mencoba memakan krayon atau alat mewarnai lainnya.
8. Dik Doank berbagi tips, jika si kecil menggambar sesuatu yang abstrak, Anda bisa mencoba mencari selah dan membuat sesuatu yang menarik dari apa yang digambar si kecil. Misal, ia menggambar huruf H, Anda bisa menambahkan guratan dan garis sana-sini hingga menjadi gambar gedung atau jembatan, apa pun. Buat kegiatan tersebut jadi menyenangkan dan dorong daya imajinasinya untuk berpikir keluar dari kotak.
Sebagian orangtua pernah mengalami kesulitan mengajak anaknya ke sekolah. Balita yang baru akan mulai sekolah pun bisa menolak pergi ke sekolah. Motivasi seperti apa yang seharusnya diberikan kepada anak?
Michael Ungar, PhD, terapis pernikahan dan keluarga, mengatakan bahwa penelitian menunjukkan, anak dari berbagai usia, etnis, dan tempat tinggal menginginkan adanya ikatan emosi dengan sekolah.
Menurut Ungar, anak membutuhkan rasa memiliki yang kuat dengan apa pun terkait sekolah mereka. Bukan hanya atas dirinya atau teman sekolahnya, melainkan juga orangtua dan guru. Demikianlah kata Ungar dalam blog-nya di www.psychologytoday.com. Caranya?
Panggil namanya, bukan sekadar "Nak"
Anak membutuhkan pengakuan, setidaknya melalui gurunya, yang menyapanya dengan memanggil namanya. Petugas administrasi atau orangtua saat mendaftarkan anak juga perlu mengenalkannya. Tak sekadar menyebut nama, tetapi juga mengakui keberadaan anak.
Belajar ilmu praktis yang bermanfaat untuk hidupnya
Anak merasa lebih nyaman jika sekolahnya mengajarkan bagaimana hidup, bagaimana membuat keputusan, dan ilmu praktis yang bisa diterapkan dalam keseharian. Skill sosial sangat dibutuhkan anak untuk mencari solusi dari sebuah masalah. Anak menjadi mengerti tentang hak-haknya serta bagaimana membela dirinya dan menyelesaikan suatu masalah.
Keterlibatan orangtua
Sekolah bukan hanya untuk anak. Orangtua perlu terlibat untuk kemajuan kepribadian anak dan sekolahnya. Anak cenderung betah dan akan menumbuhkan rasa memiliki atas sekolah, jika orangtuanya terlibat aktif dalam kegiatan apa pun di sekolah.
Masuk 10 besar, bukan itu tujuannya
Banyak bukti menunjukkan bahwa anak senang bersekolah meski rankingnya biasa saja. Ranking hanya salah satu aspek yang didapatkan anak di sekolahnya. Anak senang bersekolah, umumnya, karena melihat adanya keterlibatan orangtua dan gurunya. Anak nyaman saat ada monitoring dari orang dewasa. Sekadar menuntut anak masuk ranking sepuluh besar hanya akan membuat anak melihat sekolah sebagai beban.
Hubungan pertemanan saling menguatkan
Hubungan dengan teman satu kelas bisa saling menguatkan. Namun terlalu banyak jumlah anak dalam satu kelas juga tidak akan menumbuhkan ikatan. Memilih kelas dengan jumlah anak yang dibatasi akan lebih baik untuk perkembangan emosi anak, terutama dalam menjalin hubungan pertemanan.
Gadis cantik dengan jilbab yang putih bersih memang sangat enak untuk dipandang, tentu tidak semua orang memiliki pandangan yang sama seperti yang saya rasakan. Jilbab yang putih memberikan kesan sederhana bagi yang memakainya. Jilbab seperti ini memang sangat gampang dicari, tentu saja jika anda tau dimana tempat yang tepat untuk mencarinya.
Kemarin saya melihat jilbab seperti ini di pajang di toko busana muslim, yang di samping jilbab itu ada tulisan “GROSIR BUSANA MUSLIM”, mereka mau cuci gudang rupanya (pikir saya dalam hati). Ketika saya masuk, hendak membeli jilbab tersebut, saya juga tertarik untuk mencoba salah satu busana lucu. Ketika saya tanya kepada pelayan tokonya, ternyata itu adalah BAJU HAMIL. Saya membeli jilbab itu dengan harga yang cukup terjangkau dengan kantong saya.
Dapatkan Tips dan triks Gratis untuk menghasilkan Uang Dari Blog. Di
www.uangdariblog.com anda akan menemukan banyak sekali tips yang akan
membatu anda mendapatkan penghasilan pertama dari blog. Semua tips dan
trik itu bisa anda dapatkan dengan gratis tanpa mengeluarkan uang
sepeserpun. Selain dari Di www.uangdariblog.com, anda juga bisa
mendapatkan berbagai trik di www.ayoberbagi.com.
Sejauhmana Anda sebagai anak perempuan mengenal kepribadian atau dunia ibu? Dengan bertanya lebih sering dan mengenal sang bunda, hubungan bisa lebih erat.
Penulis Judith Newman menyusun daftar pertanyaan dari anak kepada ibunya. Jika, sebagai anak perempuan, Anda belum mendapat jawaban dari ibu Anda, cobalah lontarkan pertanyaan ini. Lihat bagaimana responsnya, dan perasaan emosi terbentuk kuat setelahnya.
Kenapa ibu memilih bersama ayah?
Jawab saja, lihatlah ayahmu, betapa luar biasanya dia. Dengan memberikan gambaran betapa orangtua saling mengagumi dan mencintai, perasaan positif pada anak akan terbangun.
Dari sisi mana saya terlihat seperti ibu, dan bagian mana yang tidak?
Jawaban akurat dan tepat tidak penting. Lontarkan pertanyaan kembali, apakah ada sifat baik atau buruk yang diturunkan kepada Anda sebagai anak perempuannya. Dari sinilah, Anda dan ibu (atau Anda dengan anak perempuan Anda) bisa membangun dialog yang mendalam.
Siapa anak kesayangan ibu?
Keluarga dengan banyak anak biasanya memiliki seorang anak yang dianggap kesayangan atau kebanggaan. Hati-hati, mengungkapkan hal ini pada anak yang dianggap bukan kesayangan, akan menimbulkan luka batin pada dirinya. Ia akan merasa tidak istimewa di mata ibunya. Akan lebih baik jika Anda mengatakan, semua anak berarti untuk Anda, karena masing-masing memiliki peran yang istimewa. Hal ini akan lebih membawa perasaan positif untuk anak.
Apakah ibu punya keinginan terpendam?
Berbagi rahasia kecil yang mengejutkan saat diutarakan, bisa bernilai positif untuk hubungan ibu anak. Andri (38), karyawan di departemen kartu kredit sebuah bank swasta, kaget ketika ibunya mempermak celana jeans-nya yang sudah tak terpakai.
"Ibu bilang, ingin punya celana jeans. Soalnya, selama ini ternyata ibu enggak punya celana jeans," kata Andri, terharu. Dalam hal ini, intinya adalah berbagi cerita dengan anak. Kebiasaan ini akan menciptakan ikatan lebih erat.
Sulitkah menjadi ibu?
Setiap ibu selalu punya pengalaman personal dalam berjuang menjalani hidupnya. Dengan memahami bagaimana ibu menjalani hidupnya, baik anak maupun orangtua akan lebih memahami kondisi keluarga.
Apa hal terbaik yang bisa saya lakukan untuk ibu?
Jawabnya bisa beragam. Meminta anak menelepon lebih sering sekadar untuk berbagi perhatian, atau saling memberi kabar. Ketika Anda telah dewasa, ibu Anda akan selalu senang mendengar kabar mengenai pencapaian Anda, atau kabar tentang cucu-cucunya. Kebiasaan seperti ini sebenarnya bisa Anda lakukan lebih awal.
Adakah yang perlu diperbaiki dari sikap saya atau hubungan kita?
Dinamika hubungan anak dengan ibu selalu unik. Biarkan semua berjalan apa adanya. Rasanya ibu bisa menjawab pertanyaan ini dengan bijak, dan Anda pun bisa memahami dinamika perjalanan hubungan sebagai anak perempuan dan ibu.
