Sebagian orangtua pernah mengalami kesulitan mengajak anaknya ke sekolah. Balita yang baru akan mulai sekolah pun bisa menolak pergi ke sekolah. Motivasi seperti apa yang seharusnya diberikan kepada anak?

Michael Ungar, PhD, terapis pernikahan dan keluarga, mengatakan bahwa penelitian menunjukkan, anak dari berbagai usia, etnis, dan tempat tinggal menginginkan adanya ikatan emosi dengan sekolah.

Menurut Ungar, anak membutuhkan rasa memiliki yang kuat dengan apa pun terkait sekolah mereka. Bukan hanya atas dirinya atau teman sekolahnya, melainkan juga orangtua dan guru. Demikianlah kata Ungar dalam blog-nya di www.psychologytoday.com. Caranya?

Panggil namanya, bukan sekadar "Nak"
Anak membutuhkan pengakuan, setidaknya melalui gurunya, yang menyapanya dengan memanggil namanya. Petugas administrasi atau orangtua saat mendaftarkan anak juga perlu mengenalkannya. Tak sekadar menyebut nama, tetapi juga mengakui keberadaan anak.

Belajar ilmu praktis yang bermanfaat untuk hidupnya
Anak merasa lebih nyaman jika sekolahnya mengajarkan bagaimana hidup, bagaimana membuat keputusan, dan ilmu praktis yang bisa diterapkan dalam keseharian. Skill sosial sangat dibutuhkan anak untuk mencari solusi dari sebuah masalah. Anak menjadi mengerti tentang hak-haknya serta bagaimana membela dirinya dan menyelesaikan suatu masalah.

Keterlibatan orangtua
Sekolah bukan hanya untuk anak. Orangtua perlu terlibat untuk kemajuan kepribadian anak dan sekolahnya. Anak cenderung betah dan akan menumbuhkan rasa memiliki atas sekolah, jika orangtuanya terlibat aktif dalam kegiatan apa pun di sekolah.

Masuk 10 besar, bukan itu tujuannya
Banyak bukti menunjukkan bahwa anak senang bersekolah meski rankingnya biasa saja. Ranking hanya salah satu aspek yang didapatkan anak di sekolahnya. Anak senang bersekolah, umumnya, karena melihat adanya keterlibatan orangtua dan gurunya. Anak nyaman saat ada monitoring dari orang dewasa. Sekadar menuntut anak masuk ranking sepuluh besar hanya akan membuat anak melihat sekolah sebagai beban.

Hubungan pertemanan saling menguatkan
Hubungan dengan teman satu kelas bisa saling menguatkan. Namun terlalu banyak jumlah anak dalam satu kelas juga tidak akan menumbuhkan ikatan. Memilih kelas dengan jumlah anak yang dibatasi akan lebih baik untuk perkembangan emosi anak, terutama dalam menjalin hubungan pertemanan.

Category: | 0 Comments

Gadis cantik dengan jilbab yang putih bersih memang sangat enak untuk dipandang, tentu tidak semua orang memiliki pandangan yang sama seperti yang saya rasakan. Jilbab yang putih memberikan kesan sederhana bagi yang memakainya. Jilbab seperti ini memang sangat gampang dicari, tentu saja jika anda tau dimana tempat yang tepat untuk mencarinya.

Kemarin saya melihat jilbab seperti ini di pajang di toko busana muslim, yang di samping jilbab itu ada tulisan “GROSIR BUSANA MUSLIM”, mereka mau cuci gudang rupanya (pikir saya dalam hati). Ketika saya masuk, hendak membeli jilbab tersebut, saya juga tertarik untuk mencoba salah satu busana lucu. Ketika saya tanya kepada pelayan tokonya, ternyata itu adalah BAJU HAMIL. Saya membeli jilbab itu dengan harga yang cukup terjangkau dengan kantong saya.

Category: | 0 Comments

Dapatkan Tips dan triks Gratis untuk menghasilkan Uang Dari Blog. Di
www.uangdariblog.com anda akan menemukan banyak sekali tips yang akan
membatu anda mendapatkan penghasilan pertama dari blog. Semua tips dan
trik itu bisa anda dapatkan dengan gratis tanpa mengeluarkan uang
sepeserpun. Selain dari Di www.uangdariblog.com, anda juga bisa
mendapatkan berbagai trik di www.ayoberbagi.com.

Category: | 0 Comments


Sejauhmana Anda sebagai anak perempuan mengenal kepribadian atau dunia ibu? Dengan bertanya lebih sering dan mengenal sang bunda, hubungan bisa lebih erat.

Penulis Judith Newman menyusun daftar pertanyaan dari anak kepada ibunya. Jika, sebagai anak perempuan, Anda belum mendapat jawaban dari ibu Anda, cobalah lontarkan pertanyaan ini. Lihat bagaimana responsnya, dan perasaan emosi terbentuk kuat setelahnya.

Kenapa ibu memilih bersama ayah?
Jawab saja, lihatlah ayahmu, betapa luar biasanya dia. Dengan memberikan gambaran betapa orangtua saling mengagumi dan mencintai, perasaan positif pada anak akan terbangun.

Dari sisi mana saya terlihat seperti ibu, dan bagian mana yang tidak?
Jawaban akurat dan tepat tidak penting. Lontarkan pertanyaan kembali, apakah ada sifat baik atau buruk yang diturunkan kepada Anda sebagai anak perempuannya. Dari sinilah, Anda dan ibu (atau Anda dengan anak perempuan Anda) bisa membangun dialog yang mendalam.

Siapa anak kesayangan ibu?
Keluarga dengan banyak anak biasanya memiliki seorang anak yang dianggap kesayangan atau kebanggaan. Hati-hati, mengungkapkan hal ini pada anak yang dianggap bukan kesayangan, akan menimbulkan luka batin pada dirinya. Ia akan merasa tidak istimewa di mata ibunya. Akan lebih baik jika Anda mengatakan, semua anak berarti untuk Anda, karena masing-masing memiliki peran yang istimewa. Hal ini akan lebih membawa perasaan positif untuk anak.

Apakah ibu punya keinginan terpendam?
Berbagi rahasia kecil yang mengejutkan saat diutarakan, bisa bernilai positif untuk hubungan ibu anak. Andri (38), karyawan di departemen kartu kredit sebuah bank swasta, kaget ketika ibunya mempermak celana jeans-nya yang sudah tak terpakai.

"Ibu bilang, ingin punya celana jeans. Soalnya, selama ini ternyata ibu enggak punya celana jeans," kata Andri, terharu. Dalam hal ini, intinya adalah berbagi cerita dengan anak. Kebiasaan ini akan menciptakan ikatan lebih erat.

Sulitkah menjadi ibu?
Setiap ibu selalu punya pengalaman personal dalam berjuang menjalani hidupnya. Dengan memahami bagaimana ibu menjalani hidupnya, baik anak maupun orangtua akan lebih memahami kondisi keluarga.

Apa hal terbaik yang bisa saya lakukan untuk ibu?
Jawabnya bisa beragam. Meminta anak menelepon lebih sering sekadar untuk berbagi perhatian, atau saling memberi kabar. Ketika Anda telah dewasa, ibu Anda akan selalu senang mendengar kabar mengenai pencapaian Anda, atau kabar tentang cucu-cucunya. Kebiasaan seperti ini sebenarnya bisa Anda lakukan lebih awal.

Adakah yang perlu diperbaiki dari sikap saya atau hubungan kita?
Dinamika hubungan anak dengan ibu selalu unik. Biarkan semua berjalan apa adanya. Rasanya ibu bisa menjawab pertanyaan ini dengan bijak, dan Anda pun bisa memahami dinamika perjalanan hubungan sebagai anak perempuan dan ibu.

Category: | 0 Comments


Komunikasi di antara pasangan itu mutlak penting. Namun sayangnya hal itu tida dimiliki semua pasangan. Ada hambatan tertentu dalam pasangan yang bisa menghambat terjalinnya komunikasi yang intim. "Salah satu hambatan komunikasi yang paling saya temui dalam pasangan adalah karena perbedaan latar belakang budaya. Misal, yang satu ceplas-ceplos, yang lainnya senang berputar. Cara lain untuk menjembataninya adalah dengan mempersingkat komunikasi, dengan menemukan inti yang ingin dibicarakan," terang Adriana Ginanjar, Koordinator Klinik Terpadu, Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, dalam acara peluncuran kampanye SariWangi Mari Bicara, beberapa waktu lalu.

Pernahkah Anda mendapati kekasih yang sudah sekian lama bersama Anda, bisa berlaku seperti tak peduli dengan isi omongan Anda? Mengapa rasanya sulit sekali untuk bisa berbicara dengan pria? Memang akan sulit untuk memaksa diri sepikir dengan pria. Adriana menjelaskan, karena memang pada dasarnya, pola pikir pria dan wanita berbeda. Pria lebih cenderung mencari fakta dan tak banyak mengeluarkan emosi. Sementara wanita, lebih bersifat detail, kronologis, dan berorientasi pada emosi. Tak heran jika kadang akan terasa sulit untuk bisa menjalin komunikasi antara pria dan wanita.

"Jika ingin hubungan berhasil, harus ada komunikasi yang intim dan efektif. Harus ada satu pihak yang berinisiatif memulai. Wanita diajak untuk mau memulainya. Mengapa wanita? Karena saat ini, wanita sudah lebih maju. Wanita sudah lebih terdidik, dan ingin diikutsertakan dalam komunikasi dan pengambilan keputusan," terang Deputi Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan, Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Dra. Setiawati MSc.

Dalam kampanye tersebut, SariWangi melanjutkan kampanye Mari Bicaranya yang sudah berjalan sejak tahun 2008 lalu. Kali ini SariWangi ingin mengajak para wanita agar bisa membangun komunikasi yang efektif. Sebenarnya, seperti apakah komunikasi yang efektif itu? "Komunikasi tak berarti hanya sebatas penyampaian pesan saja, tapi juga termasuk bahasa tubuh (kontak mata), isi pesan, juga intonasi tanggapan. Isi pesan komunikasi harus juga dibarengi dengan bahasa non-verbal yang nyaman agar pesan tersampaikan dengan efektif," terang Adriana. Ditambah lagi, komunikasi efektif memerlukan latihan. Semakin sering dilatih, semakin baik. Yang dimaksud dengan bahasa non-verbal bukan hanya balasan anggukan kepala tanda paham, tapi juga kepada sentuhan arti dukungan, atau menyempatkan membuat teh untuk menemani waktu bicara agar lebih tenang, atau senyuman tanda pengertian.

"Setiap pasangan memiliki ciri berkomunikasinya sendiri. Ada yang menggebu-gebu, ada yang lambat. Selama masih efektif dan bisa dijadikan cara berkomunikasi yang sesuai, masih bisa dilanjutkan. Kalau masalah atau emosi sudah semakin tinggi, coba di-pending, cari bahasan yang lebih ringan, kalau suasana sudah agak tenang, kembali ke topik yang tadi," terang Adriana. Yang tak kalah penting adalah keinginan keduanya untuk memiliki saling. Saling ingin mengemukakan isi hati, saling ingin menemukan jalan untuk mendapatkan kesepahaman, juga sama-sama saling ingin menjaga kenyamanan perasaan satu sama lain.

Untuk membantu hal keluarga dan pasangan suami istri membangun komunikasi yang lebih efektif, SariWangi meluncurkan situs www.mari-bicara.com. Situs ini menyediakan layanan konsultasi komunikasi dengan pakar, kompilasi cerita nyata tentang komunikasi, talkshow di radio, serta kisah nyata figur publik dan pasangan selebiriti.


Hubungannya dengan bintang remaja Taylor Lautner boleh saja kandas dalam tiga bulan, namun Taylor Swift punya pengganti yang lebih menantang. Perempuan yang baru meraih empat piala Grammy ini dikabarkan tengah jatuh cinta dengan John Mayer.

Hubungan Taylor dan John berawal ketika John meminta penyanyi berusia 20 tahun itu ikut mengisi lagu Half of My Heart dari album terbarunya, Battle Studies. Akhir Januari lalu, John mengunjungi kota asal Taylor, Nashville, untuk dinner bersama sekelompok pemusik. John sendiri berada di sana untuk pengambilan gambar salah satu episode Crossroads, yang juga akan menampilkan Keith Urban.

Hanya beberapa hari setelah itu, Taylor hadir memberikan dukungan saat pengambilan gambar berlangsung. Taylor datang bersama ibunya, dan duduk di baris kelima dari depan. Penyanyi country ini terlihat ikut asyik menyanyi ketika John Mayer tampil di atas panggung bersama Keith Urban. Tak jarang ia berdiri sambil bertepuk tangan, lalu membentuk kode cinta dengan kedua tangannya di dada.

Saking menyoloknya aksi Taylor ini, hingga sebuah stasiun radio dari Nashville melaporkan bahwa Taylor diantar balik ke kursinya, lalu dibawa ke backstage saat rehat. Entahlah apa yang terjadi saat itu, namun sebuah sumber mengatakan bahwa Taylor dan John lalu saling flirting.

"Taylor seperti remaja yang kesengsem dengan pria yang jauh lebih tua," ungkap sumber tersebut.

Sumber-sumber lain mengatakan bahwa usai pengambilan gambar, keduanya kembali dinner bersama gerombolan pemusik. Setelah itu, John dikabarkan menyelinap ke kamar hotel Taylor.

Love lesson for Taylor

Tentu saja, tak ada yang tahu apa yang dilakukan kedua orang ini di kamar. Banyak yang khawatir, Taylor bakal jadi korban John yang kesekian. Perempuan bersuara bening ini dianggap masih terlalu polos.

Nah, bayangkan bila ia terlibat hubungan cinta dengan John Mayer. Pria ini jelas punya daya tarik yang sulit ditolak (kalau tidak, mana mungkin Jessica Simpson dan Jennifer Aniston bisa benar-benar mau putus darinya).

Di lain pihak banyak pula orang yang berpendapat bahwa Taylor tak perlu dikasihani. Setiap perempuan haruslah mendapatkan pelajaran cinta dari pengalaman berhubungan dengan berbagai tipe laki-laki. Di antara tipe-tipe tersebut, pastilah ada sosok bad boy seperti John Mayer. Selama hubungan tersebut tak menyebabkan kerugian fisik atau perlawanan terhadap hukum, Anda tak perlu mengkhawatirkannya.

Ketika Anda mencintai seseorang, namun orang itu memilih untuk meninggalkan Anda, tak perlu memintanya kembali. Biarkan ia pergi, karena selalu ada alasan dan makna di balik peristiwa tersebut. Agar Anda mendapatkan makna cinta yang lebih lengkap, akan lebih baik bila sebelumnya Anda telah bertemu Mr. Wrong. Karena meskipun hubungan dengannya tak berlanjut, setidaknya Anda telah belajar dari hal-hal seperti berikut:

* Mendapati si dia tengah berpelukan dengan perempuan lain di kafe, padahal sebelumnya ia mengatakan tak dapat menemani Anda ke acara keluarga karena harus meeting.
* Kekasih memanfaatkan Anda, entah karena uang, jabatan, atau apa pun kelebihan Anda, untuk kepentingannya sendiri.
* Sering dibohongi. Si dia tak pernah terus-terang mengenai pekerjaannya, atau latar belakang keluarganya.
* Diputuskan tiba-tiba, tanpa Anda ketahui apa kesalahan Anda yang sebenarnya. Tak lama Anda tahu si dia telah punya kekasih baru.
* Ditolak, meskipun sepanjang tahun ia terkesan menghujani Anda dengan perhatian. Ternyata, ia hanya merasa kesepian karena kekasihnya sedang di luar negeri.
* Si dia tiba-tiba sulit dihubungi, tak pernah membalas telepon Anda, dan akhirnya menghilang.
* Ia terus-terusan mengajak Anda flirting hingga Anda jatuh cinta berat, namun belakangan baru menyadari bahwa ia telah beristri.
* Si dia masih berhubungan dengan mantannya, dan diam-diam masih sering menemuinya. Ketika Anda meminta penjelasan, ia memilih untuk kembali pada mantannya.

Tentu, Anda tak harus berlama-lama bertahan dalam hubungan yang tak sehat seperti ini. Begitu Anda memahami apa yang telah terjadi selama ini, sebaiknya segera tinggalkan si dia dan jadikan hal itu sebagai pelajaran berharga.

Bagaimana menurut Anda, haruskah kita mendapatkan pengalaman buruk tentang cinta lebih dulu sebelum menemukan cinta sejati?

Ungkapan "teliti sebelum membeli" tak hanya berlaku dalam urusan bisnis. Sebelum memutuskan menjalin cinta dengan seseorang, Anda juga perlu menggelar "fit and proper test" supaya tak menyesal di kemudian hari. Berikut beberapa pertanyaan penting untuk melacak track record-nya:

1. Tempat Kencan Favorit?
Hal ini akan membantu Anda menjajaki karakter calon kekasih. Jika ia senang mengajak kencan di restoran yang sepi atau di rumah, bisa jadi dia adalah orang yang cenderung introvert (atau punya banyak pacar, jadi ia tak takut tertangkap basah saat sedang berkencan), beda dengan mereka yang hobi double date yang kemungkinan adalah gemar bersosialisasi dan berteman. Hati-hati saja kalau jawabannya blind date. Ada kemungkinan dia tipe yang senang memburu dan kencan sesaat saja.

2. Kenapa Dulu Putus?
Ini penting diketahui, meski tidak ada jaminan bahwa dia akan menjawab pertanyaan Anda dengan sejujur-jujurnya. Terutama, bila penyebab bubarnya hubungan terdahulu adalah gara-gara kesalahannya. Biar begitu, tak tertutup kemungkinan pula ia berkata jujur. Jika demikian, coba amati "modus operandi" yang mungkin muncul. Misal, rata-rata lamanya hubungan antara dia dan para mantannya adalah 3-6 bulan. Coba selidiki lagi, apa penyebabnya. Untuk melengkapi "database", boleh juga Anda mengumpulkan informasi dari sahabat dan orang kepercayaan lain.

3. Saya Ini Pacarmua yang Keberapa, Ya?
Ini pertanyaan yang sebenarnya lebih berguna untuk memuaskan rasa penasaran Anda, ketimbang membuat Anda lebih mengenal dirinya. Banyak pria yang enggan menjawab pertanyaan ini. Tapi, tak ada salahnya juga menanyakan hal ini. Sebab bagaimana pun Anda mesti menimbang-nimbang sebelum merelakan diri Anda jatuh ke pelukan seorang playboy. Meski playboy tersebut sudah mengaku insaf sekalipun. Tapi, playboy juga manusia kan bisa "khilaf" lagi.

4. Tipe Perempuan Idamannya Seperti Apa?
Idealnya sih, Anda memenuhi kriteria perempuan idamannya, baik dalam hal fisik maupun kepribadian. Begitu pula dengan dia bagi Anda. Jika "jurang" antara versi nyata dengan sosok pendamping impian terlalu jauh, terutama menyangkut hal-hal yang sifatnya mendasar, maka hubungan Anda berdua berisiko tidak akan bertahan lama. Cepat atau lambat, salah satu dari Anda akan melipir pergi demi mencari seseorang yang benar-benar pas dengan kata hati.

5. Apa Arti Komitmen Baginya?

Jawaban yang tepat untuk pertanyaan ini tergantung pada tujuan Anda mencari pasangan. Jika untuk diajak melangkah ke penghulu, maka carilah pria yang bisa diandalkan untuk memegang komitmen jangka panjang. Tetapi, bila Anda memang ingin dekat dengannya untuk sekadar bersenang-senang dan mencari "teman jalan", sah-sah saja kok bila dia mengaku sekadar ingin menjalani "open relationship". Pastikan bahwa Anda dan dia memiliki harapan yang sama dalam menjalin hubungan nantinya.

6. Kira-kira, Kamu Tertarik Join Klub Poligami, Enggak?
Manfaatkan keberadaan klub poligami yang tengah ramai dibicarakan orang untuk membuat Anda lebih mengenal dirinya. Tanyakan pendapatnya tentang klub fenomenal yang sudah beredar di Facebook ini. Kalau belum pacaran saja dia sudah "bercita-cita" punya pendamping lebih dari satu, maka ada baiknya Anda mundur teratur sebelum telanjur sakit hati.

7. Pernah Dicurangi Dalam Hubungan?

Pengalaman dicurangi pasangan bisa menyisakan trauma dan membuat seseorang jadi ekstra hati-hati dalam membina hubungan selanjutnya. Malah, dalam beberapa kasus, saking berhati-hatinya, ia bisa menjadi amat posesif terhadap pasangan yang baru. Makanya, jika si dia pernah punya pengalaman buruk seperti ini, pastikan ia sudah pulih dari patah hati sebelum Anda menjalin hubungan dengannya. Tak mau, kan, kalau kebebasan Anda direnggut paksa di kemudian hari?

8. Suka Flirting dengan Perempuan Lain?

Dalam lingkungan pergaulan, selalu ada orang-orang yang memiliki kepribadian hangat dan bersikap ramah terhadap semua orang. Pria macam begini memang paling enak dijadikan teman. Tapi, ceritanya bisa lain kalau Anda menjadi kekasihnya. Soalnya, hampir pasti tak sedikit perempuan yang salah mengartikan keramahannya sebagai upaya flirting. Anda tak mau, kan, punya pacar yang punya reputasi hobi jual pesona? Pastikan saja bahwa sikap ramah si dia dalam keseharian bukanlah upaya untuk merebut hati perempuan lain.

9. Apa Kriteria Perselingkuhan?
Sebelum menjalin hubungan, tak ada salahnya Anda membicarakan batas-batas menjalin relasi dengan lawan jenis yang dirasakan masih aman bagi Anda dan dia. Utarakan sejauh mana pertemanan Anda dengan lawan jenis. Begitu juga sebaliknya. Dari sini bisa dicari titik temunya. Sebab, batas yang terlalu ketat bisa membuat Anda sulit bernapas dan tidak leluasa bergaul. Sebaliknya, batas yang kelewat longgar juga bisa membuat Anda terlalu sering merasa was-was di kemudian hari. Tanyakan pula konsekuensi apa yang akan terjadi dalam hubungan apabila salah satu di antara Anda kedapatan berselingkuh.

Category: | 0 Comments