Seks saat kehamilan bukan hal yang ditabukan dan aman untuk dilakukan. Kecuali Anda memiliki risiko kehamilan yang tinggi dan dokter Anda menyarankan untuk tidak melakukannya, seks bisa dilakukan saat kehamilan. Berikut adalah penjelasan oleh Susan Warthus MD, pengarang Darn Good Advice Pregnancy mengenai kekhawatiran wanita karena adanya perubahan mengenai gairah seksual wanita saat hamil.

Anda dan pasangan mungkin akan merasakan adanya perubahan gairah seks pada Anda selama masa kehamilan. Sebagian wanita akan merasa sangat mudah terangsang, yang lainnya akan merasa sangat sulit untuk bergairah. Kedua kondisi ini cukup normal. Selama bulan ke bulan, minggu ke minggu, tubuh Anda akan mengalami perubahan bentuk, ditambah rasa mual yang suka datang tiba-tiba, serta pusing, bukanlah perpaduan yang membuat Anda merasa seksi dan bergairah. Di lain pihak, banyak pula wanita yang merasakan adanya kebutuhan untuk merasa dimanja dan dikagumi pasangannya karena hal yang sama, sehingga merasa lebih mudah untuk lebih menginisiasikan seks.

Begitu pun dengan pasangan Anda. Ada sebagian pria yang merasa lebih tertarik dengan bentuk tubuh pasangannya yang lebih berisi dan kenyal. Ada pula yang merasa risih karena berpikir seputar kondisi Anda dan si bayi yang ada di dalam Anda. Satu-satunya cara untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mendiskusikannya dengan pasangan. Malah, bisa jadi hubungan intim saat kehamilan bisa makin merekatkan Anda dan pasangan. Karena, berhubungan intim tak selalu berarti melibatkan penetrasi, bisa saja hanya dengan berpelukan atau menikmati kehadiran satu sama lain.

Category: | 0 Comments


Lebih dari 90 persen kematian yang disebabkan oleh tersedak terjadi pada anak usia di bawah 5 tahun. Enam puluh lima persennya terjadi pada bayi. Cairan merupakan penyebab utama tersedak pada bayi, sementara benda kecil dan makanan (seperti roti, permen bulat, kacang, dan anggur merupakan benda asing yangs ering menyumbat jalan napas anak-anak).

Gejala tersedak ditandai dengan kesulitan bernapas yang tiba-tiba disertai batuk, seperti mau muntah, stridor (napas berbunyi), atau mengi. Benda asing di saluran pernapasan dapat menimbulkan sumbatan ringan atau berat.

Jika sumbatan napas ringan, jangan lakukan tindakan apa-apa. Biarkan korban batuk untuk mengeluarkan benda asing yang menyumbat. Jika sumbatan jalan napas cukup berat, lakukan:

- Pada anak-anak, laukkan heimlich maneuver (tekanan perut) sampai benda asing dapat dikeluarkan atau korban menjadi tidak sadar. Tekanan perut tidak dianjurkan untuk bayi karena akan merusak organ besar hati.

- Pada bayi, berikan tepukan punggung 5 kali, dilanjutkan dengan tekanan dada. Lakukan berulang sampai benda asing dapat dikeluarkan atau korban menjadi tidak sadar. Jika korban tidak sadar, lakukan RJP, tetapi perika dulu mulut korban sebelum memberikan bantuan napas. Jika terlihat benda asing, keluarkan.

Category: | 0 Comments


Perdarahan hidung atau mimisan biasanya terjadi ketika pembuluh darah di hidung pecah, bisa karena benturan, akibat bersin, mengorek hidung, dan lain-lain. Penyakit infeksi seperti flu membuat pembuluh darah di hidung lebih rapuh. Perdarahan dari hidung bisa juga terjadi akibat tekanan darah tinggi.

Perdarahan dari hidung biasanya tidak serius, hanya terasa tidak nyaman. Namun, perdarahan bisa menjadi berbahaya bila tidak ditangani karena anak bisa kehilangan banyak darah. Jika anak mengalami mimisan, lakukan hal-hal berikut:

- Minta anak duduk dengan kepala menunduk. Jangan mendongakkan kepala anak karena darah dapat masuk ke kerongkongan sehingga memicu muntah.

- Minta anak untuk bernapas melalui mulut (ini juga memberi efek menenangkan) dan jepit hidung tepat di bawah bagian kerad dari hidung. Bantu korban bila perlu.

- Bila perdarahan masih ada setelah lebih dari 30 menit, bawa anak ke RS dalam posisi penanganan di atas.

(Hasto Prianggoro/Tabloid Nova)

Category: | 0 Comments


Salah satu rutinitas pagi hari yang cukup membuat Anda frustrasi adalah saat membangunkan si kecil. Saking sulitnya dibangunkan, si kecil sering terlambat masuk sekolah karenanya. Anda tak perlu langsung murka karenanya. Coba ingat-ingat lagi, apakah Anda atau suami Anda juga memiliki kesulitan tersebut waktu kecil?

Namun, ada beberapa cara untuk membuat si kecil lebih mudah bangun di pagi hari.

1. Amati kebiasaan tidurnya
Bila si kecil sulit bangun pagi, kemungkinan ia juga butuh waktu lama untuk tertidur. Tanyakan pada si kecil, apa yang membuatnya susah tidur. Pastikan anak tidak minum minuman yang mengandung kafein pada sore hari.

2. Pastikan ia bisa tidur lelap
Jika anak tidak memiliki masalah untuk tidur, kemungkinan ia memang butuh waktu lebih banyak untuk tidur. Setiap orang berbeda; mungkin si kecil akan bangun lebih mudah pada pagi jika ia tidur satu atau dua jam lebih lama. Namun, membuat anak tidur lebih cepat juga merupakan tantangan besar untuk Anda!

3. Gunakan metode yang berbeda-beda untuk membangunkannya
Tidak semua anak merespons metode yang sama. Ada yang langsung terbangun ketika Anda menyalakan lampu di kamarnya. Ada yang hanya perlu disentuh sedikit sambil dipanggil namanya. Namun ada juga yang harus diguncang-guncang, bahkan didudukkan sambil sedikit diseret keluar. Cari cara terbaik dan cocok untuk si kecil.

4. Siapkan sarapan kesukaannya
Anda mungkin akan langsung terbangun bila mencium aroma kopi dan roti bakar berisi keju. Untuk si kecil, mungkin Anda bisa menyiapkan makanan kesukaannya yang menimbulkan aroma yang dahsyat. Entah itu nasi goreng dengan telur ceplok, atau roti dan sosis goreng. Biarkan pintu kamarnya terbuka agar ia bisa mencium aromanya.

5. Biasakan si kecil bangun sendiri
Membiasakannya bangun sendiri memang akan sulit, karena itu Anda perlu bersabar dalam mendorong anak melakukannya. Namun Anda harus melalui tahapan ini, karena jika tidak, anak akan kesulitan membangunkan dirinya sendiri hingga dewasa nanti. Dengan mengajak anak belajar bangun sendiri, secara tak langsung Anda juga mempersiapkannya menghadapi dunia nyata.

Category: | 0 Comments


"Pendidikan yang mendukung kreativitas anak sangatlah penting, sehingga kelak anak-anak tersebut bisa menjadi penerus bangsa yang akan membuat bangsa ini menjadi besar. Karena melalui kreativitas itulah anak-anak secara tidak langsung dididik menjadi pencipta dan penemu, bukan penjiplak dan peniru," ujar Dik Doank, artis pemilik Kandank Jurank Doank, saat peluncuran biskuit Oops Olezzo, di Hong Kong Cafe, (8/4/2010).

Menurut Dik Doank, ada banyak cara untuk bisa mendongkrak dan mendorong seseorang untuk bisa kreatif. Di antaranya; dengan brainstorming, menggunakan suasana relaks dan menyenangkan dalam menggali ide, dan menggunakan imajinasi (membayangkan apa yang belum terjadi, telah terjadi saat ini). Sementara tingkat daya kreativitas anak bisa terpicu lewat daya khayalnya. Dik Doank, pemilik Sekolah Alam Kandang Jurank Doank, telah melihat banyak hal tentang kreativitas. Di sekolahnya, ia ingin agar anak-anak lebih mau mengasah kreativitasnya. Mengapa? Menurutnya, melalui kreativitaslah anak bisa bertahan untuk hidup di kemudian hari.

"Salah satu hal yang terpenting untuk memulai kreativitas adalah dengan cara menggambar. Segala kreativitas dan hal baru, dimulai dengan gambar. Contohnya, Wright bersaudara, penemu pesawat terbang pertama, menggambar sketsa pesawat sebelum akhirnya meluncurkan pesawat perdananya. Begitu pun dengan penemuan huruf kanji oleh masyarakat China, yang struktur utamanya adalah gambar. Niscaya, gambar adalah hal yang penting untuk mengasah kreativitas anak," terang Dik Doank.

Sementara, sebuah situs pembelajaran menggambar, www.learnhowdraw.com mengatakan, bahwa kegiatan menggambar dan mewarnai adalah hal yang penting untuk anak. Pasalnya, kegiatan ini memerankan fungsi penting dalam pengembangan fisik, emosi, dan kognitif anak. Aktivitas menggambar dan mewarnai menjadi saran anak untuk mengekspresikan dirinya sendiri dengan gambar yang ia suka, asal jangan didiktekan gambar apa. Jika di zaman dulu, di sekolah, anak-anak terbiasa mencontoh dan meniru "template" dari gurunya, misal, gambar dua buah gunung, dengan matahari di bagian tengah.

Dik mengatakan, bahwa di usia 0-7 tahun, tugas seorang anak adalah bermain, bermain, dan bermain. Sehingga sudah merupakan tugas orangtua untuk memberikan sarana untuk anak bermain. Salah satunya, ketika si anak ingin mengekspresikan dirinya lewat gambar. "Ketika anak Anda sudah hobi menggambar, jangan diberhentikan. Jika Anda melihat si kecil menggambar di dinding, di baju, atau di seprai, dan Anda tidak bermasalah dengan hal tersebut, biarkan. Ini bukan berarti si kecil nakal. Artinya ia aktif. Tapi, jika Anda merasa terganggu dengan kebiasaan si anak, sebagai orang dewasa, Anda bisa melakukan kompromi, misal dengan membelikan kertas gambar untuk anak," saran Dik.

"Menggambar bisa mengasah kreativitas anak. Jika ia tak terbiasa dan tak melatih kemampuan untuk menggambar, ia akan menjadi sama dengan orang lain. Seragam, karena terbiasa meniru. Ajaklah anak untuk melatih dirinya menggambar," ujar Dik seraya menutup perjumpaan dengan pers.

Category: | 0 Comments


"Menggambar bisa mengasah kreativitas anak. Jika ia tak terbiasa dan tak melatih kemampuan untuk menggambar, ia akan menjadi sama dengan orang lain. Seragam, karena terbiasa meniru. Ajaklah anak untuk melatih dirinya menggambar," ujar Dik Doank, pemilik Sekolah Alam Kandang Jurank Doank

Sebuah situs pembelajaran menggambar, www.learnhowdraw.com mengatakan, bahwa kegiatan menggambar dan mewarnai adalah hal yang penting untuk anak. Pasalnya, kegiatan ini melatih fungsi penting dalam pengembangan fisik, emosi, dan kognitif anak.

Aktivitas menggambar dan mewarnai menjadi saran anak untuk mengekspresikan dirinya sendiri dengan gambar yang ia suka, asal jangan didiktekan gambar apa. Jika di zaman dulu, di sekolah, anak-anak terbiasa mencontoh dan meniru "template" dari gurunya, misal, gambar dua buah gunung, dengan matahari di bagian tengah.

Karenanya, untuk membimbing anak menggambar perlu diperhatikan. Orangtua atau siapa pun yang sering bersama si anak bisa mengajaknya untuk lebih sering menggambar dan mewarnai sebagai cara untuk mendorong perkembangan fisik, sosial, emosi, dan kognitif anak, tapi dengan cara yang menyenangkan. Berikut adalah beberapa saran dari www.learnhowdraw.com untuk membimbing anak menggambar dan mewarnai:

1. Sediakan bahan-bahan untuk si kecil menggambar, seperti kertas atau buku gambar khusus, atau buku mewarnai. Untuk alat-alat pewarnaan, carilah yang nontoxic dan aman untuk anak-anak.

2. Jadilah teladan. Dalam hal ini, bukan berarti Anda memberikan contoh gambar (mendikte) apa yang harus ia ikuti, tapi dengan menjadi teladan. Artinya, tunjukkan pada si kecil bahwa Anda menyenangi dan menyukai kegiatan menggambar dan mewarnai.

3. Dukung upayanya untuk menggambar dan mewarnai lewat ungkap cantiknya warna-warna yang bisa ia gunakan, garis gambar, dan bentuk yang bisa dicoba dilakukan oleh si anak. "Misal, cantik, ya, warna ungu bunga Adik."

4. Ketimbang bertanya, "Kamu menggambar apa itu?", sebaiknya tanyakan, "Ceritakan ke Mama segala yang ada di gambar kamu itu, dong." Mengapa? Karena ketika Anda bertanya seperti pertanyaan yang pertama, si anak akan menangkapnya dengan pertanyaan "Itu gambar apa, sih? Mama enggak ngerti." Pertanyaan itu membuatnya merasa telah melakukan kesalahan dan tak tertutup kemungkinan ia akan malu untuk menggambar lagi karena ia merasa telah gagal menggambar.

5. Ajarkan konsep tentang teknik. Misal, tebal, tipis, lebar, sempit, gelap, terang, sudut, bentuk, kontur, dan sebagainya.

6. Jangan lupa untuk mengapresiasikan hasil karyanya. Misal, dengan menempelkan hasil gambarnya di pintu lemari pendingin, atau dibingkai dan dipajang di ruang yang bisa dilihat banyak orang. Tunjukkan pada sanak saudara, tetangga, atau relatif yang datang, sesekali pujilah karyanya tersebut. Hal ini akan mendorong kepercayaan diri si anak.

7. Berikan kesempatan untuk si kecil memilih subyek yang ingin ia gambar dan lembar mewarnai yang ia inginkan. Beberapa orang menganggap bahwa lembar mewarnai akan mengungkung kreativitas anak. Namun, kegiatan ini juga memainkan peran vital dalam mengembangkan kemampuan motorik halus anak. Bahkan kegiatan mewarnai pun bisa mendorong anak yang merasa sungkan untuk mulai menggambar dan mewarnai untuk mau mengambil krayon dan mulai mencoba mewarnai karakter kesukaannya. Misal, anak yang tadinya sungkan untuk mau mulai menggambar dan mewarnai akan lebih mudah untuk memulai kegiatan ini dengan diminta mewarnai tokoh kartun kesukaannya. Anda bisa mengunduh lembar-lembar mewarnai di situs-situs kartun kesukaannya. Jangan lupa untuk selalu menemani anak saat mereka menggambar dan mewarnai, karena anak yang masih terlalu kecil bisa tersedak jika ia mencoba memakan krayon atau alat mewarnai lainnya.

8. Dik Doank berbagi tips, jika si kecil menggambar sesuatu yang abstrak, Anda bisa mencoba mencari selah dan membuat sesuatu yang menarik dari apa yang digambar si kecil. Misal, ia menggambar huruf H, Anda bisa menambahkan guratan dan garis sana-sini hingga menjadi gambar gedung atau jembatan, apa pun. Buat kegiatan tersebut jadi menyenangkan dan dorong daya imajinasinya untuk berpikir keluar dari kotak.

Category: | 0 Comments


Sebagian orangtua pernah mengalami kesulitan mengajak anaknya ke sekolah. Balita yang baru akan mulai sekolah pun bisa menolak pergi ke sekolah. Motivasi seperti apa yang seharusnya diberikan kepada anak?

Michael Ungar, PhD, terapis pernikahan dan keluarga, mengatakan bahwa penelitian menunjukkan, anak dari berbagai usia, etnis, dan tempat tinggal menginginkan adanya ikatan emosi dengan sekolah.

Menurut Ungar, anak membutuhkan rasa memiliki yang kuat dengan apa pun terkait sekolah mereka. Bukan hanya atas dirinya atau teman sekolahnya, melainkan juga orangtua dan guru. Demikianlah kata Ungar dalam blog-nya di www.psychologytoday.com. Caranya?

Panggil namanya, bukan sekadar "Nak"
Anak membutuhkan pengakuan, setidaknya melalui gurunya, yang menyapanya dengan memanggil namanya. Petugas administrasi atau orangtua saat mendaftarkan anak juga perlu mengenalkannya. Tak sekadar menyebut nama, tetapi juga mengakui keberadaan anak.

Belajar ilmu praktis yang bermanfaat untuk hidupnya
Anak merasa lebih nyaman jika sekolahnya mengajarkan bagaimana hidup, bagaimana membuat keputusan, dan ilmu praktis yang bisa diterapkan dalam keseharian. Skill sosial sangat dibutuhkan anak untuk mencari solusi dari sebuah masalah. Anak menjadi mengerti tentang hak-haknya serta bagaimana membela dirinya dan menyelesaikan suatu masalah.

Keterlibatan orangtua
Sekolah bukan hanya untuk anak. Orangtua perlu terlibat untuk kemajuan kepribadian anak dan sekolahnya. Anak cenderung betah dan akan menumbuhkan rasa memiliki atas sekolah, jika orangtuanya terlibat aktif dalam kegiatan apa pun di sekolah.

Masuk 10 besar, bukan itu tujuannya
Banyak bukti menunjukkan bahwa anak senang bersekolah meski rankingnya biasa saja. Ranking hanya salah satu aspek yang didapatkan anak di sekolahnya. Anak senang bersekolah, umumnya, karena melihat adanya keterlibatan orangtua dan gurunya. Anak nyaman saat ada monitoring dari orang dewasa. Sekadar menuntut anak masuk ranking sepuluh besar hanya akan membuat anak melihat sekolah sebagai beban.

Hubungan pertemanan saling menguatkan
Hubungan dengan teman satu kelas bisa saling menguatkan. Namun terlalu banyak jumlah anak dalam satu kelas juga tidak akan menumbuhkan ikatan. Memilih kelas dengan jumlah anak yang dibatasi akan lebih baik untuk perkembangan emosi anak, terutama dalam menjalin hubungan pertemanan.

Category: | 0 Comments